Konawe Utara — Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe Utara menggelar kegiatan Coffee Morning dalam rangka evaluasi program kerja serta penajaman target strategis tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Pertanahan Konawe Utara, Selasa (20/1/2026), dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Agus Rahmanto, S.H., M.H.
Rapat diikuti oleh jajaran pejabat struktural dan fungsional, antara lain Kasubbag Tata Usaha Parman, Kepala Seksi Survei dan Pengukuran Nur Ali, S.ST., M.Si., Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan William Pribadi, S.Tr., Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa Leni Megawati Lamato, S.H., M.M., serta sejumlah analis dan penata pertanahan.
Dalam arahannya, Agus Rahmanto menekankan pentingnya membangun tim analis untuk mendukung penyediaan informasi kegiatan harian, khususnya terkait Program Strategis Nasional (PSN). Ia juga mengarahkan agar forum Coffee Morning dapat dimanfaatkan untuk membahas persoalan mendesak, seperti sengketa atau perkara pertanahan, melalui gelar internal agar penyelesaiannya lebih komprehensif.
Selain itu, rapat juga membahas rencana kunjungan lapangan dan kegiatan sosialisasi guna memetakan potensi wilayah, termasuk penanganan penurunan KW456 yang dinilai perlu target jelas serta solusi atas persoalan tumpang tindih bidang tanah. Kepala Kantor turut menginstruksikan agar warkah yang belum ditemukan dibuatkan berita acara secara menyeluruh dan surat-surat dari kepolisian dilengkapi dengan nomor hak untuk memudahkan penyiapan dokumen pendukung.
Dari sisi teknis, Kepala Seksi Survei dan Pengukuran melaporkan persiapan PTSL sebanyak 400 bidang, dengan potensi mencapai 200 bidang di Kelurahan Lembo serta wilayah Oheo Trans yang masih memerlukan koordinasi lanjutan. Sementara itu, capaian penurunan KW456 telah mencapai 183 bidang, sehingga total menjadi 12.514 bidang, dengan target penyelesaian lanjutan pada tahun berjalan.
Plt. Kepala Seksi Penetapan dan Pendaftaran Hak juga menyampaikan bahwa pelaksanaan PTSL 2026 akan diawali koordinasi dengan pemerintah desa, sementara kendala hak akses pada aplikasi prasuel dan prabtel masih menjadi perhatian utama. Dari sisi administrasi, Kasubbag TU melaporkan kesiapan menghadapi pemeriksaan BPK melalui pemindaian dokumen, inventarisasi buku tanah sebanyak 45.900 buku, serta percepatan pembagian sertipikat tahun 2025
Rapat juga menyinggung penanganan sengketa, termasuk pembatalan sertipikat atas perkara tertentu serta penertiban berita acara warkah yang ditemukan. Seluruh rangkaian pembahasan tersebut menjadi dasar penyusunan langkah strategis Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe Utara dalam meningkatkan kinerja pelayanan pertanahan sepanjang tahun 2026.
