Bupati Konawe, Yusran Akbar, S.T., membuka Festival Jajanan Kaki Lima dalam rangka merayakan HUT Konawe ke-66 pada Rabu (8/4/2026). Sebanyak 24 pelaku UMKM dari STQ telah resmi menempati kawasan wisata kuliner tersebut. Acara ini dihadiri oleh pimpinan OPD, Wakapolres, Forkopimda, hingga jajaran perbankan.
Pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia. Sektor ini terbukti paling tangguh saat pandemi COVID-19 melanda pada 2019 lalu. Saat sektor formal lumpuh, usaha kuliner di pinggir jalan tetap bergerak menjadi penyelamat ekonomi.
”Siapa yang paling kuat? Saat itu yang masih bergerak adalah dapur-dapur di pinggir jalan. Itu adalah realitas yang saya saksikan sendiri di Jakarta, Surabaya, dan Kendari,” ujarnya.
Sebagai mantan Ketua Kadin Konawe, Yusran Akbar memahami betul klasifikasi usaha mulai dari tingkat ultra mikro hingga menengah. Ia mendorong pelaku usaha untuk segera “naik kelas” melalui digitalisasi dan perbaikan tata kelola. Infrastruktur publik yang nyaman menjadi faktor utama untuk menjaga daya beli masyarakat.
Yusran Akbar memberikan catatan khusus mengenai estetika kawasan, terutama aspek penerangan dan penataan stan. Fasilitas yang memadai akan menarik minat konsumen untuk berbelanja.
”Dari segi penerangan, kawan-kawan dari dinas terkait harus lebih bagus lagi. Penataannya juga harus diperhatikan. Kalau kurang terang, orang jadi ragu untuk mampir belanja. Ini masalah psikologi konsumen yang harus kita benahi agar area ini semakin menarik,” ujar Yusran Akbar.
Selain perbaikan fisik, pemda mengalokasikan bantuan dana untuk mendongkrak produktivitas industri kecil, seperti konveksi lokal. Penyelenggaraan kegiatan daerah terbukti meningkatkan pesanan tukang jahit lokal secara signifikan. Hal ini juga memperkuat kepercayaan perbankan dalam menyalurkan kredit modal kepada pelaku usaha.
Ke depan, pelaku UMKM diminta memperhatikan kualitas kemasan dan sertifikasi produk. Standarisasi ini menjadi syarat mutlak agar produk lokal Konawe mampu bersaing di pasar nasional.
”Produk kita punya kualitas rasa dan bahan yang bagus, tapi sering kali lemah di kemasan. Kita harus dorong agar UMKM kita naik kelas dengan standarisasi yang jelas, sehingga kepercayaan konsumen meningkat,” tegas Yusran Akbar .
Transformasi digital juga menjadi fokus utama, termasuk penggunaan QRIS untuk transaksi yang lebih akuntabel. Konawe juga bersiap menyambut Rapat Koordinasi Desa (Rakordes) Nasional pada 23 April mendatang untuk membuka akses pasar yang lebih luas.
”Semakin banyak kunjungan tamu ke Konawe, artinya keberkahan bagi UMKM kita. Kita harus siap memberikan yang terbaik, baik dari sisi fasilitas maupun produk kreatif dari generasi muda kita,” pungkasnya.
Usai memberikan arahan, Yusran Akbar melakukan kunjungan langsung ke setiap stan. Ia berbincang dengan pedagang dan mencicipi berbagai hidangan kuliner yang disajikan.
”Kita ingin menciptakan ekosistem di mana pengusaha kecil merasa didukung oleh pemerintah. Jika UMKM maju, maka kesejahteraan masyarakat Konawe secara umum akan ikut terangkat,” tutup Yusran Akbar. (*)
