Polres Konawe Selatan Kawal Aksi FORDATI di PT. SLS Berjalan Aman dan Kondusif

KONAWE SELATAN — Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI) menggelar aksi unjuk rasa di galangan kapal PT Sumber Lestari Shipyard (SLS), Kelurahan Lapuko, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (3/9/2026).

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA tersebut diikuti sekitar 80 orang massa dari Kecamatan Moramo, Moramo Utara, Kota Kendari, dan Kabupaten Konawe. Massa aksi dipimpin oleh koordinator lapangan Ahmad Diba dengan menggunakan sejumlah kendaraan serta membawa spanduk dan perangkat pengeras suara.

Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak PT SLS, di antaranya meminta perusahaan menghormati adat istiadat Tolaki, meningkatkan penyerapan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal, melibatkan pelaku usaha lokal dalam kegiatan operasional perusahaan, serta meningkatkan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi masyarakat sekitar.

Sekitar pukul 10.20 WITA, massa melakukan orasi secara bergantian di simpang empat Kelurahan Lapuko sebelum bergerak menuju kantor PT SLS pada pukul 11.00 WITA. Massa tiba di kantor perusahaan sekitar pukul 11.35 WITA dan kembali menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian.

Selanjutnya, pada pukul 12.25 WITA, dilakukan dialog antara perwakilan massa aksi dan pihak PT SLS di ruang rapat perusahaan. Dalam dialog tersebut, perwakilan adat Tolaki, Ajemain selaku Dewan Sara Adat Tolaki Sultra dan Dedi Setiawan selaku Ketua Adat Banderano Tolaki Konawe Selatan, meminta perusahaan mengutamakan masyarakat lokal dalam penerimaan tenaga kerja, melaksanakan ritual adat Tolaki Mooli, serta memberdayakan pelaku usaha lokal.

Manajer PT SLS I Wayan Artama menjelaskan bahwa perusahaan saat ini telah mempekerjakan 87 orang tenaga kerja lokal yang berasal dari Kecamatan Moramo, sedangkan tenaga ahli tertentu didatangkan dari luar daerah. Pihak perusahaan juga menyatakan kesiapan melaksanakan ritual adat Tolaki Mooli serta melibatkan pengusaha lokal dalam penyediaan bahan, jasa, dan peluang usaha sesuai kapasitas.

Hasil dialog tersebut kemudian dituangkan dalam nota kesepahaman (MOU) sebagai bentuk kesepakatan bersama antara pihak perusahaan dan perwakilan massa aksi.

Sekitar pukul 13.10 WITA, massa membubarkan diri dengan tertib. Selama kegiatan berlangsung, personel Polres Konawe Selatan dan Polsek jajaran melaksanakan pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian aksi berjalan aman dan kondusif.

Sumber;Humas.polri.go.id 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *